Pandemi Covid-19, Maluku Utara Tanami Lahan Kosong untuk Tambahan Penghasilan Warga

Subhan Sabu, Jurnalis
Senin 13 April 2020 22:03 WIB
Ilustrasi (Dok. okezone)
Share :

MANADO - Pemerintah mengupayakan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan selama Pandemi Covid-19, didapatkan dari hasil pertanian daerah.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Provinsi Maluku Utara (Malut) Sri Harati menjelaskan pemerintah berupaya membangun ketahanan pangan kita agar daerah tidak bertumpuk pada hasil pertanian yang bersumber dari Impor.

Terlebih, Indonesia kini disibukkan dengan penanganan penyebaran Virus Corona. Untuk itu pemerintah memanfaatkan lahan kosong untuk disulap menjadi hasil pertanian agar ketahanan pangan bisa lebih maksimal. Selain itu, warga pun punya penghasilan lain dari hasil pertanian di tengah Pandemi Covid-19 yang memaksa sebagian besar warga tak bekerja di sektor formal.

Program tersebut kini disebut sebagai Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Menurut Sri, merujuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, program ini pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

"Program ini juga akan terus kami kembangkan di Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu program utama yang strategis dalam rangka untuk memenuhi ketersediaan pangan lokal selama Pandemi Covid-19," ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya