Lebih lanjut ia menjelaskan, dokter yang telah dinyatakan positif tersebut merupakan penduduk DKI Jakarta, tepatnya berdomisili di Sunter, Jakarta Utara, dan sehari-hari pergi-pulang menggunakan KRL. Ia diduga terpapar dari keluarganya yang berada di Jakarta.
"Kami memperoleh informasi kalau sebelumnya dokter merawat orangtuanya yang meninggal dunia dan kabarnya karena terkena covid-19. Memang ini masih didalami informasinya."
Manajemen RSUD Lebak sendiri, kata Firman, telah melakukan antisipasi dengan mengistirahatkan dokter yang bersangkutan sejak 28 Maret untuk kemudian melakukan isolasi mandiri.
"Jadi sejak 28 Maret sudah tidak bertugas karena menjalani isolasi mandiri. Kemudian pada 2 April dilakukan rapid test, tetapi hasilnya negatif."
Namun karena adanya keluhan demam, flu, dan sesak, dokter tersebut kemudian kemudian dirujuk ke RSUD Banten dan melakukan swab test. Dua minggu hasil swab keluar dan dinyatakan positif.