LONDON – Yayasan yang didanai salah satu orang terkaya di dunia, Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF), mengumumkan tambahan sumbangan sebesar USD150 juta untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sumbangan itu diumumkan berselang sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penghentian pendanaan dari pemerintahannya untuk WHO.
Trump pada Selasa (14/4/2020) mengumumkan penghentian pendanaan AS untuk WHO, dengan mengatakan badan PBB itu "gagal menjalankan tugas dasarnya" karena membiarkan pandemi Covid-19.
Melinda Gates yang memimpin yayasan itu bersama suaminya, miliarder pendiri Microsoft Bill Gates, mengatakan tambahan sumbangan tersebut ditujukan untuk membantu mempercepat pengembangan perawatan, vaksin dan langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19). Dia juga mengecam keputusan Trump yang menghentikan pendanaan untuk WHO, menyebut langkah itu “sama sekali tak masuk akal”.
“Penghentian pendanaan WHO sama sekali tidak masuk akal selama pandemi. Kita membutuhkan respons terkoordinasi global,” kata Melinda Gates dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters.
"Ketika Anda berada dalam krisis seperti ini, semuanya turut berpartisipasi."
Yayasan Gates adalah donor terbesar kedua bagi WHO setelah AS. Tambahan dana USD150 juta itu akan menambah sumbangan awal sebesar USD100 juta yang dikucurkan Yayasan Gates untuk memulai proyek ilmiah dan kesehatan masyarakat.
Melinda Gates sebelumnya mengatakan bahwa memotong dana WHO dalam krisis kesehatan seperti saat ini adalah sebuah langkah yang berbahaya.
Dia mengatakan bahwa yayasannya saat ini mendukung delapan proyek yang mencari solusi potensial untuk pengembangan vaksin COVID-19 dan telah turut mendanai peningkatan kapasitas deteksi virus di Afrika serta berkontribusi pada tanggapan terhadap wabah di China.
(Rahman Asmardika)