KRL Commuterline menerapkan jaga jarak fisik dengan memberikan tanda silang di kursi-kursi dalam gerbong. KRL juga emberikan garis-garis batas berwarna merah sebagai penanda jarak untuk penumpang berdiri.
Selain itu, disediakan pula wastafel beserta sabun di setiap stasiun untuk memudahkan penumpang mencuci tangan. Sementara petugas keamanan selalu mengecek suhu tubuh calon penumpang yang hendak menggunakan transportasi publik massal tersebut.
Jumlah penumpang pun dibatasi maksimal 60 orang per gerbong, dan terpantau tidak melebihi angka tersebut.
Petugas kebersihan di dalam KRL Commuterline juga terlihat rutin mengepel lantai dengan cairan disinfektan. Sementara petugas informasi selalu mengingatkan penumpang KRL menjaga jarak fisik satu dengan lainnya, serta menggunakan masker.
(Qur'anul Hidayat)