Kini, alat pendeteksi virus corona itu telah didistribusikan ke seluruh laboratorium di sekitar Jakarta dan beberapa provinsi lainnya. Pengadaan reagen ini sejalan dengan perintah Presiden Jokowi yang menginginkan kecepatan mengambil sampel Covid-19.
Doni juga menyampaikan pemerintah telah mendatangkan satu juta bahan baku APD dari Korea Selatan. Namun, nantinya Indonesia berkewajiban mengembalikan bahan baku ini dalam bentuk APD siap pakai atau produk jadi kepada negeri ginseng itu.
"Sejauh ini Gugus Tugas bersama Kementerian Kesehatan telah membeli sekitar satu juta APD yang bahan bakunya 100% itu berasal dari Korea Selatan. Kemudian kompensasinya kita wajib memberikan dukungan untuk mengembalikan bahan baku ini dalam bentuk produk jadi kepada Korea Selatan," terangnya.
"Oleh karenanya mohon dimaklumi bahwa tidak ada satupun negara yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dibutuhkan kompromi, dibutuhkan kerja sama dan dibutuhkan sebuah kesepakatan," sambung Doni.
Mantan Danjen Kopassus itu berujar pemerintah tak ingin mengambil risiko besar kekuarangan APD di dalam negeri. Tetapi, pihaknya juga harus melakukan timbal balik pada negara yang sudah mendatangkan bahan baku APD tersebut.