Berdasarkan data Satlantas Polres Tangsel, jumlah pelanggaran hari pertama pelaksanaan PSBB mencapai 488 kasus. Pada hari kedua Minggu 19 April 2020, jumlahnya menurun separuh menjadi 244 pelanggaran.
Para pelanggar kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Umumnya mereka tak menggunakan masker 131 kasus, tanpa sarung tangan 76 kasus, berboncengan tanpa status satu tempat tinggal 52 kasus, suhu tubuh di atas normal sebanyak 10 kasus, hingga ojek online berpenumpang 2 kasus.
Begitupun bagi pengendara mobil pribadi. Pada hari pertama PSBB pelanggaran didominasi 47 kasus tanpa masker, 46 kasus melebihi kapasitas penumpang 50 persen, dan suhu tubuh sebanyak 4 kasus.
Sementara angkutan umum, pelanggarannya tanpa masker 64 kasus, jumlah penumpang 31 kasus, dan jarak antar penumpang 25 kasus.
Berikutnya pelanggaran pada hari kedua PSBB sepeda motor, yaitu tanpa masker 65 kasus, tanpa sarung tangan 60 kasus, berboncengan bukan dalam 1 tempat tinggal 29 kasus, suhu tubuh 1 kasus, dan Ojol berpenumpang 2 kasus.
Lalu pengendara mobil tanpa masker sebanyak 27 kasus, melebihi jumlah penumpang 20 kasus, suhu tubuh 17 kasus. Kemudian untuk angkutan umum, pelanggaran terbanyak melebihi jumlah penumpang 15 kasus, tanpa masker 14 kasus, dan jarak penumpang 8 kasus. Total pelanggaran hari kedua mencapai 244 kasus.
Baca Juga : Ini Opsi Sanksi bagi Warga Nekat Mudik saat Pandemi Covid-19
Kemudian PSBB hari ketiga, Senin 20 April 2020, jumlah pelanggaran kembali turun. Angkanya mencapai 214 kasus, dengan dominasi di antaranya pengendara motor tanpa masker, tanpa sarung tangan, berboncengan bukan satu tempat tinggal.
Baca Juga : Jasa Marga Koordinasi dengan Kemenhub dan Polisi Terkait Skenario Larangan Mudik
(Erha Aprili Ramadhoni)