JAKARTA - Jumlah kendaraan pribadi di wilayah DKI Jakarta menurun sejak diberlakukannya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Angka penurunan per hari mencapai 50 ribu kendaraan.
"Angkutan pribadi bila dibandingkan volume lalu lintas hari biasa turun juga. Banyak kantor yang work from home (WFH) di Jalan Sudirman hingga Bundaran Senayan. Kemarin kami ukur, rata-rata 250 ribu per hari. Nah, sekarang justru turun menjadi rata-rata 200 ribu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).
Masih tingginya volume kendaraan pribadi karena pembatasan jam operasional beberapa moda transportasi umum. "Memang sisi lain pembatasan kapasitas angkutan umum juga berpengaruh," ujarnya.
Menurut dia, secara garis besar masyarakat sudah taat dalam PSBB. Hal itu terlihat dari penurunan pengguna transportasi umum yang sudah terhitung drastis.
"Secara keseluruhan masyarakat kita sudah mulai sadar. Memang tujuan paling utama PSBB adalah kesadaran masyarakat. Sudah banyak yang menggunakan masker dan physical distancing di angkutan umum," katanya.
Ia berharap bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak diharapkan tidak ke luar rumah. "kami harapkan bisa menekan laju pertumbuhan wabah ini, meskipun secara grafik naik," kata dia.
Seperti diketahui, Pemprov DKI menerapkan status PSBB sejak 10 April hingga 23 April 2020 mendatang. Dampak dari pelaksanaan itu sejumlah angkutan umum jam operasionalnya dibatasi, yakni hanya dari pukul 06.00-18.00 WIB.
(Fetra Hariandja)