“Pertanian harus tetap kuat, apapun yang terjadi pertanian tidak boleh berhenti. Justru di kondisi ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan khususnya bagi unsur penggerak seperti pelaku utama dan pelaku usaha pertanian," ujar Dedi sapaanya.
Lebih lanjut dikatakan Dedi saat memaparkan di acara Mentan Sapa Petani pada Jumat (24/4/2020), dari 11 komoditas bahan pokok yang rentan yaitu gula, bawang putih dan daging sapi. Petani bisa manfaatkan peluang ini untuk menggenjot produksi pangan varietas lokal, tentunya dengan pendampingan dari para penyuluh pertanian yang ada di Kostratani.
“Awal wabah COVID-19 pasokan bahan baku ke dalam negeri sempat mengalami hambatan dikarenakan ada beberapa negara pengimpor yang memberlakukan lockdown. Kondisi ini menjadi tantangan dan peluang untuk penyuluh dan petani kita menggenjot produksi pangan lokal. Apalagi negara kita negara yang tropis,subur, dan agraris. Seperti contohnya kelapa yang dimana saja bisa tumbuh, dan dibuat menjadi gula aren pengganti gula putih bahkan lebih sehat, bawang putih varietas lokal kita yang rasanya justru lebih enak, umbi-umbian pengganti karbohidrat yang justru lebih sehat dan masih banyak lainnya,” tegas Dedi.
Menurutnya, di masa kondisi COVID-19 ini tak jarang masyarakat justru beralih mengkonsumsi pangan lokal karena terbukti lebih sehat, alami dan tanpa efek samping. Seperti tanaman herbal empon-empon yang terdiri dari kunyit, sereh, temulawak, jahe, secang kini menjadi primadona karena mampu meningkatkan imunitas tubuh dan melawan COVID-19.
Ada lagi tanaman jeruk lemon lokal yang kini menjadi incaran masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari terserang virus.