Lebanon masih terus berjuang setelah porak poranda akibat dampak konflik sipil yang berakhir 1990.
Menteri Urusan Sosial Ramzi Moucharafieh memperkirakan sekitar 75 persen dari populasi Lebanon membutuhkan bantuan.
Laporan gabungan menyebutkan, badan dunia membutuhan dana USD1,9 miliar (sekira Rp 29 triliun) segera, untuk memastikan makanan tersedia demi membantu orang selama tiga bulan ke depan, terutama orang-orang yang terjebak di zona-zona perang.
Kelaparan di Indonesia
Bukan hanya di India, Afrika, Venezuela, Lebanon atau negara Eropa sekalipun dirundung terancam kelaparan warganya dampak dari corona ini. Begitupun Indonesia dengan 267 juta penduduknya (2019) menurut data BPS dan sebanyak 24,79 juta jiwa masih di bawah garis kemiskinan.
Adapun sepanjang tahun lalu, sebelum corona datang, angka kemiskinan Indonesia sudah mengalami penurunan. Dari awalnya 25,14 juta orang pada Maret 2019, menjadi 24,79 juta orang pada September 2019. Sehingga saat itu, angka kemiskinan sudah mencapai 9,22 persen.
Contoh paling nyata adalah corona sudah membuat warga Indonesia kesulitan mencari nafkah hingga kelaparan. Baru-baru ini, viral di media sosial Facebook dua orang anak yatim piatu yang kelaparan di Dusun II Sebau Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Viralnya berita ini setelah dua anggota Bhabinsa dari Koramil dan Bhabinkamtimas Polsek Gelumbang memberikan sembako dalam rangka baksos wabah virus Corona. Kedua kakak beradik ini ditemukan dalam kondisi kurus kering karena kelaparan.
Dalam video berdurasi 25 detik itu, personel Polri dan TNI tengah datang ke sebuah rumah. Di rumah itu terlihat dua kakak beradik dalam kondisi sangat kurus. Satu terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang sudah kurus kering. Sedangkan satu lagi masih sanggup berdiri, tapi sudah kurus dan terlihat tidak terurus.
Di Serang Banten, seorang ibu warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan/Kota Serang, Provinsi Banten, bernama Yuli Nurmelia (43), meninggal dunia diduga karena kelaparan akibat pandemi corona virus disease (covid-19). Ia wafat pada Senin 20 April 2020, sekira pukul 15.30 WIB.
Ibu Yuli dan keluarga sebelumnya ramai diberitakan karena selama dua hari mengalami kelaparan. Mereka pun hanya bisa meminum air galon isi ulang dan singkong yang dimilikinya.