Andi Taufan mundur setelah membuat heboh karena mengirim surat ke camat seluruh Indonesia. Surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 lengkap dengan kop garuda dan tulisan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu dikeluarkan 1 April 2020.
Dalam surat itu Andi Taufan memberitahukan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) miliknya terlibat dalam menjalankan program relawan desa penanganan Covid-19. Dia meminta perangkat desa membantu Amartha.
Surat itu kemudian bocor dan viral di media sosial. Andi Taufan jadi bulan-bulanan netizen karena dinilai memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadinya.
Andi Taufan akhirnya minta maaf dan menarik surat tersebut, sebelum mengundurkan diri dari Stafsus Presiden.
(Salman Mardira)