JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati menyatakan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek tetap beroperasi, meski ada ditemukannya 3 penumpang KRL perjalanan Jakarta-Bogor positif virus corona atau Covid-19. Hal tersebut karena moda transportasi massal itu masih dibutuhkan masyarakat dalam beraktivitas.
"KRL tetap boleh beroperasi, namun dengan pembatasan penumpang yang ketat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya membantu masyarakat pengguna KRL untuk tidak terpapar Covid-19 dan juga membantu mereka untuk tidak terkapar secara ekonomi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).
Ia mengaku, pihaknya telah menerbitkan Permenhub No 18/2020 untuk mengatur penumpang di dalam KRL maupun stasiun. Selain itu, mewajibkan PT KCI untuk melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Akan diketatkan maksimal per gerbong 60 penumpang," ujarnya.
Ia menyebut telah melakukan segala upaya untuk mencegah penumpang tidak terpapar Covid-19.
"Perlu dipahami bahwa penularan Covid-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di di KRL," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengevaluasi kebijakan operasional KRL usai ditemukannya tiga penumpang moda transportasi tersebut positif corona (Covid-19).
PT KCI menggelar tes swab massal dengan 325 penumpang secara acak pada 27 Maret 2020. Hasilnya, tiga penumpang dinyatakan positif Covid-19.
"Baru saja mendapatkan kabar bahwa tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19," kata Bima Arya melalui akun Instagram pribadinya, Minggu 3 Mei malam.
Bima Arya yang juga penyintas Covid-19 itu menilai, saat ini transportasi publik dan kerumunan orang menjadi pusat penyebaran corona.
Baca Juga : 3 Penumpang KRL Positif Corona, Ridwan Kamil: PSBB Bisa Gagal
"Transportasi publik dan kerumunan jadi pusat penyebaran virus dari orang tanpa gejala," tuturnya.
Baca Juga : Wawalkot Bogor: Penumpang KRL Positif Corona 2 Warga Jakarta dan 1 Bandung Barat
(Erha Aprili Ramadhoni)