SORONG – Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat bertambah menjadi 10 orang setelah ada penambahan enam kasus. Pemkab Raja Ampat mewaspadai ledakan atau outbreak pasien Covid-19.
Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Raja Ampat, Selasa (5/5/2020), baru menerima hasil pemeriksaan swab 16 pasien yang dikirim dari laboratorium kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, enam orang positif corona sehingga total jadi 10 pasien di Raja Ampat.
Enam pasien positif corona terbaru tersebut sebelumnya masuk dalam orang dalam pemantuan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) yang berasal dari wilayah Puskesmas Waisilip dan Puskesmas Waisai. Dua di antaranya anak-anak.
Satgas khawatir terjadinya ledakan pasien Covid-19 di Raja Ampat karena lambatnya pengujian hasil tes Covid-19. Spesimen pasien terkait corona di Raja Ampat harus dikirim ke luar daerah untuk pengujiannya. Kemudian di kabupaten kepulauan itu sudah ada transmisi lokal corona.
"Saat ini intinya kami siap melakukan penanganan medis, untuk terkait dengan antisipasi outbreak pasien Covid-19, kami terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan tentunya dengan pemerintah daerah," kata Juru Bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Raja Ampat, dr. Rosenda saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (5/5/2020).
Rosenda berharap masyarakat patuh pada anjuran pemerintah terkait dengan menerapkan jaga jarak sosial (sosial distancing) dan jarak fisik (psikal distancing), menggunakan masker saat terpaksa keluar rumah, tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak.
Sebelumnya sejumlah orang khawatir dengan lonjakan pasien Covid-19 di Raja Amapt mengingat fasilitas kesehatan, alat kesehatan, tenaga medis di RSUD Wasai masih kurang.
"Kami tetap bekerja sesuai protokol, namun melihat kondisi yang ada di sini (RSUD Waisai) rasanya hal ini perlu ada perhatian khusus, apalagi pengujian hasil tes Covid-19 masih terlihat berjalan lambat karena harus dikirim ke luar daerah, selain itu telah terjadi transmisi lokal," kata salah seorang tenaga medis.
Rosenda mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan 47 sampel dari pasien terkait corona di Raja Ampat ke laboratorium di Makassar, namun baru 16 yang keluar hasil.
Menurutnya ke 10 pasien corona di Raja Ampat msih ditangani tim medis RSUD setempat.
Selain 10 pasien positif, tercatat ada 58 ODP di Raja Ampat. Lima PDP, dan 70 OTG.
(Salman Mardira)