Wali Kota Makassar Bujuk Warga Positif Corona Mau Diisolasi di Hotel

Herman Amiruddin, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2020 20:31 WIB
Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)
Share :

MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb melakukan pendekatan persuasif untuk mengajak sejumlah warga Pulau Kodingareng Keke, Kecamatan Sangkarrang, yang dinyatakan positif terpapar corona virus disease (covid-19) agar mengikuti Program Wisata Covid-19 di Hotel Swiss-Bell Makassar pada Rabu 6 Mei.

Hal ini terlihat saat Iqbal menemui sejumlah keluarga peserta Program Wisata Covid-19 yang masih bertahan di lobi hotel dan berharap anaknya bisa dibawa kembali menyeberang pulau.

Baca juga: Pengidap Covid-19 Tanpa Masker Berpotensi Tularkan Virus hingga 75% 

"Anak-anak kita ini kan habis pendidikan di Jawa dan baru usai melakukan perjalanan jauh. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif. Insya Allah di sini akan dilakukan pemulihan melalui pengobatan dan pemenuhan gizi yang dibutuhkan. Ini jauh lebih baik dibandingkan jika tinggal bersama bapak/ibu di rumah," ujar Iqbal.

"Mereka ini masih muda, imunnya masih kuat, insya Allah bisa melawan virus. Beda dengan kita yang sudah tua, mungkin sudah ada yang mengidap penyakit tertentu, itu sangat berisiko. Nanti jika sudah diperiksa ulang dan dianggap semua virus dalam tubuhnya sudah hilang, baru boleh bergaul bersama kita. Karena kondisi sekarang itu sangat berbahaya. Itu bisa berpindah, bahkan bisa memapar seluruh penduduk pulau jika masih tinggal bersama kita," jelasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sebanyak 774 santri Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pulang kampung ke Sulawesi Selatan. Beberapa di antaranya tersebar di beberapa kabupaten/kota dan dinyatakan positif terpapar covid-19 usai dilakukan rapid test.

Baca juga: Pasien Corona di Sumbar yang Dinyatakan Sembuh Mencapai 41 Orang 

Demikian pula 19 santri yang kembali ke kampung halamannya di Pulau Kodingareng Keke, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar. Sebagian besar dari mereka dinyatakan positif usai dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas setempat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar beberapa kali mendatangi pulau tersebut untuk dilakukan penjemputan terhadap santri yang positif, namun selalu gagal, karena dihalang-halangi warga setempat.

Upaya ini baru berhasil setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh Gugus Tugas Covid-19 Makassar. Sebanyak 11 santri dengan kesadaran sendiri akhirnya bersedia menyeberang pulau bersama tim untuk mengikuti Program Wisata Covid-19 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun di lobi hotel, sejumlah keluarga yang ikut menyeberang terlihat masih enggan melepas anaknya tinggal di hotel tersebut hingga kemudian ditemui oleh Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dan diberi penjelasan panjang lebar tentang Program Wisata Covid-19.

Baca juga: Presiden Jokowi Salurkan Sembako di 15 Kota Terdampak Corona 

"Saya juga minta yang masih ada di sana (Pulau Kodingareng Keke) tolong dibawa ke sini. Tempat ini sangat nyaman, dan ini bagus untuk pemulihan. Apalagi program ini gratis, karena Pemerintah Provinsi Sulsel sudah membiayai semuanya," paparnya.

Usai membujuk keluarga santri di Hotel Swiss-Bell, ia selanjutnya bergegas mendatangi Kantor PT Padi Mas di Jalan Yos Sudarso setelah mendengar kabar 10 karyawan di perusahaan tersebut dinyatakan positif terpapar covid-19.

Baca juga: Butuh Kolaborasi dan Gotong Royong Tanggulangi Covid-19 

Di tempat ini Iqbal langsung menemui pimpinan kantor dan menjelaskan protokol yang harus dilaksanakan jika ada karyawan yang dinyatakan positif terpapar.

"Jadi sesuai protokol kesehatan, kantor bapak untuk sementara jangan ada aktivitas dulu. Seluruh karyawan yang pernah melakukan kontak langsung dengan karyawan yang positif itu akan dilakukan rapid test, demikian pula seluruh keluarganya akan kita lakukan pemeriksaan," ujar Iqbal yang langsung disetujui pemilik perusahaan.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya