Ini Penyebab Jumlah ODP dan PDP Corona Melonjak Drastis di Tangsel

Muhammad Rosyadi, Jurnalis
Senin 11 Mei 2020 03:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

SERANG - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, Banten terjadi lonjakan per 9 Mei 2020. Apa penyebabnya?

"Lonjakan ODP dan PDP terjadi di Tangsel, setelah kami lakukan klarifikasi kepada Dinkes Tangsel dijelaskan hal ini diakibatkan dari under reporting," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti, Minggu (10/5/2020).

Dikatakan Ati, petugas Puskesmas di Tangsel baru menyelesaikan pendataan jumlah ODP yang masih dipantau dan selesai dipantau. Begitu juga jumlah PDP yang masih dirawat maupun yang dinyatakan sembuh pembaruan datanya baru diserahkan kemarin.

"Baru selesai direkap oleh puskesmas dan baru diserahkan ke Dinkes Tangsel. Sehingga, kemarin tanggal 9 Mei 2020 Dinkes provinsi baru menerima penambahan data sebanyak tersebut," kata Ati.

Baca Juga: Pemerintah: Belum Ada Orang yang Kebal dengan Covid-19 

Pihaknya sudah meminta kepada petugas pusksemas melalui Dinkes Kota Tangsel agar selalu melaporkan data terbaru jumlah PDP dan ODP dimasing-masing wilayah kerjanya per hari.

"Kami sudah koordinasikan untuk tidak terjadi lagi hal yang demikian. Karena, harusnya data dilaporkan perkembangannya setiap hari sehingga tidak ada data yang tidak terlaporkan setiap harinya," tukasnya.

 

Berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Banten melalui halaman infocorona.provbanten.go.id terjadi peningkatan jumlah ODP dan PDP pada tanggal 9 Mei 2020 dibandingkan 8 Mei 2020.

Per tanggal 8 Mei 2020 jumlah ODP di Tangsel sebanyak 1.081 orang dan PDP 438 orang. Namun, tanggal 9 Mei 2020 kemarin jumlah ODP meningkat drastis 664 orang menjadi 1.745. Kemudian, jumlah PDP dari 438 orang bertambah 119 menjadi 557 orang dalam satu hari.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya