Kasus Corona di Sumsel Bertambah 17, Total 458

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Sabtu 16 Mei 2020 11:04 WIB
Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)
Share :

PALEMBANG – Kasus konfirmasi positif terpapar virus corona di Provinsi Sumatera Selatan kembali bertambah. Per Jumat 15 Mei ada penambahan 17 pasien. Dengan begitu total kasus positif covid-19 di "Bumi Sriwijaya" sebanyak 458.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan penambahan 17 kasus itu mulai pasien nomor 442 sampai 458.

Baca juga: Rapid Test Digelar di DPRD Bengkulu, 3 Staf Sekwan Hasilnya Reaktif 

Rinciannya, 10 kasus dari Palembang, 6 kasus dari Lubuklinggau, dan 1 kasus meninggal dunia dari Banyuasin. Semuanya kasus transmisi lokal.

Yusri melanjutkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 5.134. Masih proses pemantauan 1.239 dan selesai pemantauan 3.895.

Lalu untuk jumlah pasien dalam pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 341 orang. Masih proses pengawasan 171 orang dan selesai pengawasan 170 orang.

Selanjutnya jumlah sampel yang diperiksa mencapai 2.224. Terdiri dari 1.722 orang tanpa gejala (OTG), 418 PDP, dan 84 ODP.

"Untuk sampel yang positif yakni saat ini berjumlah 458 dan negatif 269 orang, dan masih proses 1.497," terangnya.

Baca juga: Wawalkot Tasikmalaya: Pria Positif Corona Sengaja Peluk Warga Bisa Berbahaya Penularan 

Ia menyatakan untuk kasus konfirmasi sembuh belum ada penambahan, masih berjumlah 73 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 1 yakni berasal dari Banyuasin.

"Menyikapi kasus penambahan ini tidak perlu panik. Ini merupakan kasus dari keluarga, sahabat, yang kontak erat dengan kasus positif," kata Yusri.

Dia menambahkan, kasus tersebut bukan pelacakan dari pasar-pasar, ini merupakan orang yang dilakukan isolasi, baik mandiri maupun dari pemerintah.

Oleh karena itu, tambah Yusri, guna memutus penularan virus corona maka semua harus disiplin jaga jarak dan rajin-rajin mencuci tangan.

Setiap orang yang keluar rumah harus mengenakan masker agar penyakit ini tidak terbawa, sebab banyak anak-anak dan orangtua.

Harus menjaga jarak, hindari kerumunan, karena di sana biasa tempat menularnya penyakit.

"Selalu mencuci tangan agar tidak masuk tubuh kita saat kita menyentuh mulut, hidung, dan mata. Sebab kulit tidak bisa tempat masuknya virus, kecuali luka," ujar Yusri.

Selain itu tingkatkan imunitas tubuh, karena orang yang tanpa gejala memang tidak menyumbang kematian, namun berisiko menjadi penularan terhadap orang lain.

"Kuncinya disiplin bersama. Garda terdepan itu adalah masyarakat dan tenaga kesehatan adalah benteng," tutupnya.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya