Musni mengatakan, istilah new normal yang dilontarkan Presiden Jokowi hanya bisa terjadi ketika angka penyebaran corona telah melandai.
Baca juga: Tanggapi Viral "Indonesia Terserah", Doni Monardo : Kita Harap Dokter Tidak Kecewa
Kata dia, istilah new normal sebenarnya ditujukan kepada kelompok masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas agar mau beraktivitas kembali di luar rumah agar bisa menggerakkan perekonomian negara.
Ia pun menyoroti relaksasi pembatasan transportasi yang memperbolehkan semua moda transportasi kembali beroperasi. Menurut dia, relaksasi tersebut bisa berpontesi mengakibatkan gelombang kedua wabah corona di Indonesia.
"Sekarang kan pemerintah melarang mudik. Kita saksikan di bandara, pelabuhan, tol, itu luar biasa ramai dan enggak ada itu PSBB. Apa dampaknya? Bisa jadi itu semakin meluas penyebaran virus corona di berbagai daerah tetapi kan akan kembali ke Jakarta. Dia bawa lagi. Bisa jadi gelombang kedua kita alami," tandasnya.
(Awaludin)