Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa setiap pabrik akan mampu memproduksi antara 200-300 unit ventilator per minggu guna memenuhi kelangkaan ventilator dalam menangani pasien virus corona, yang sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir ini.
“Untuk menjadi catatan, inovasi ini baru dimulai sekitar 2,5 bulan lalu. Peneliti dan inovator Indonesia berhasil mengerjakannya dalam waktu sangat singkat,” puji Bambang.
Permintaaan ventilator ini mengemuka setelah Presiden Amerika Donald Trump mencuit pada 22 April tentang pembicaraan telpon yang dilakuannya dengan Presiden Joko Widodo.
Just spoke to my friend, President Joko Widodo of the Republic of Indonesia. Asking for Ventilators, which we will provide. Great cooperation between us!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) April 24, 2020
(Ahmad Luthfi)