Neno mengatakan, biasanya pihaknya melakukan test ini apabila hasilnya di atas sepuluh persen per hari itu ada kemungkinan perpanjang. Namun jika hasilnya di bawah sepuluh persen itu tidak perpanjang lagi. Menurut Neno, swab test dengan mobil laboratorium ini lebih efektif ketimbang harus ke rumah sakit.
“Ini lebih cepat dibanding kegiatan (swab test) di luar yang mengantre sampai satu dua minggu. Kalau swab test kami ada dua mobil. Satu kendaraan itu ada dua kemampuannya adalah 76 sampel. Jadi kami bisa maksimal swab test maksimal bisa mencapai 200 hingga 300 sampel sekali jalan selama 5 jam. Jadi hasilnya itu hari ini juga bisa tahu,” papar Neno.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin yang hadir mendampingi kegiatan mengucapkan terima kasih kepada BIN yang sudah menggelar rapid test massal tersebut.
“Saya berterima kasih kepada BIN yang sudah melakukan rapid test bahkan melakukan swab test dan pcr jika ada yang reaktif. Saat ini Pemkot Tangerang sedang melakukan evaluasi PSBB dengan gubernur dalam rangka persiapan penerapan new normal,” ujar Sachrudin.
BIN memang tengah gencar menggelar rapid test massal dan memberikan bantuan alat-alat kesehatan ke sejumlah Rumah Sakit. Adapun titik-titik yang sudah digelar rapid test masal diantaranya di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok maupun Surabaya.
(Angkasa Yudhistira)