Tak Dapat Bantuan Apapun, Tukang Pijat Tuna Netra "Merana" Terdampak Corona

Sholahudin, Jurnalis
Minggu 31 Mei 2020 18:41 WIB
ilustrasi
Share :

"Saya gak tau ya kemarin itu pada hari Selasa sebelum pencairan hari Minggu katanya orang-orang dapat bansos ternyata saya ndak ikut serta. Soale hari Senin orang-orang ambil bansos hari Minggunya dapat. Saya kok gak dapat akhirnya saya telefon pak lurah Kosim pak lurah Jatipasar, kata pak lurah mungkin sampean gak dapat hari Senin dan dapat hari Selasanya itu program covid ternyata saya tunggu sampek Selasa gak dapet," jelasnya.

"Masalah pijet saya menerima pasien hanya lokal tidak ada dari luar karena saya takut kena virus, barangkali orang itu membawa virus mengantiispasi jika membawa virus saya antisipasi kalau rame bisa lima atau enam skrg satu atau lima hari ndak ada kadang libur enam hari," ungkapnya.

Di organisasi Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Mojokerto, Agus Zuliawan sebenarnya didapuk sebagai ketua umum. Menurut Agus, dari 50 anggota Pertuni di Kabupaten Mojokerto, sebagian besar tidak mendapat bantuan apa pun.

Padahal mereka berprofesi sebagai tukang pijat dan pengiring musik yang saat ini terdampak Covid 19. Para anggota Pertuni berharap mendapat bantuan khusus lewat organisasi Pertuni sehingga dapat merata ke semua anggota.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya