KUPANG - Sepi dan tak ada pengunjung, begitulah suasana salon milik Chantika pada siang itu. Salon yang juga bernama Chantika itu baru saja dibuka lagi pada Senin 15 Juni 2020, seiring dengan pemberlakuan era baru atau new normal di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ya, baru dibuka lagi pada Senin kemarin," kata Chantika saat berbincang bersama Okezone. Hampir tiga bulan ia menutup salonnya karena kebijakan dan aturan pemerintah.
"Kami (pemilik salon) kan diminta di rumah saja dan jangan beraktivitas di luar rumah. Salon kami pun harus tutup," katanya.
Namun apalah jadinya, selama tiga bulan tak beraktivitas. Bahkan karena kebijakan pandemi tersebut, tak ada lagi acara atau seremoni pesta. "Praktis tak ada sepeser pun pemasukan," keluhnya.
Mi instan, akhirnya menjadi pilihan makanannya hampir saban hari, karena sudah tak mampu lagi. Sedih nian kondisi Chantika selama tiga bulan tak beraktivitas.
Baca Juga: Kisah Diskriminatif Keluarga PDP Virus Corona Meski Dinyatakan Negatif
Meskipun demikian kondisinya, Chantika juga seluruh teman-temannya yang memiliki salon, paham. "Kami maklum kok dengan kondisi ini. Kami harus ikuti peraturan yang ada untuk tidak membuka salon," katanya.
Chantika terlihat tenang sambil mengisap rokoknya dalam-dalam, Chantika lalu mengatakan, sedikit bergairah ketika dalam sejumlah pemberitaan terdapat kebijakan pemerintah untuk membantu sejumlah usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19.
Tidak hanya di level daerah (kota/kabupaen) tetapi provinsi dan pusat. Ada asa orang seperti dirinya di Kota Kupang bisa mendapatkan intervensi bantuan dari kebijakan tersebut.
Namun apa yang dialami mereka? "Kami tak tersentuh sedikitpun oleh bantuan apapun. bantuan langsung tunai yang kami harap tak kami peroleh," ucapnya.
Namun begitu, Chantika tetap tak pernah mau ribut. Bersama seluruh rekannya yang tergabung dalam kelompok lapak salon, mereka mengajukan permohonan dana bantuan guna kelanjutan hidup. Permohonan dilayangkan ke dinas sosial kota dan provinsi, namun hasilnya masih nihil.
Baca Juga: Kisah Keluarga Tenaga Medis: 3 Meninggal Dunia & Sisanya Dirawat karena Corona
Dia pun bertanya, siapakah yang dimaksud terdampak covid? "Mengapa kami pemilik salon tak menjadi sasaran penerima bantuan?”
Dalam ketidakpastian Chantika mengaku hatinya yang perih. Memerah bola matanya seolah menahan sedih.
"Kami sama seperti kalian. Kami punya hak dan kedudukan yang sama dalam hukum dan keadilan. Kami jangan diperlakukan berbeda seolah kami warga kelas dua. Jadi kami mohon diperlakukan adil," ungkap Chantika mengakhiri obrolan singkat dengan Okezone.
(Abu Sahma Pane)