Di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan lomba menulis surat untuk Mendikbud Nadiem Makarim. Dari ribuan surat yang masuk, Kemendikbud telah memilih lima surat paling menginspirasi yaitu dua surat yang dikirim dari guru dan tiga surat dari siswa.
Surat paling inspiratif kategori guru ditulis oleh Santi Kusuma Dewi dari SMP Islam Baitul Izzah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan Maria Yosephina Morukh dari SD Kristen Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai guru penggerak, Ibu Guru Santi Kusuma Dewi melakukan sejumlah langkah nyata, diantaranya:
• Selama ramadan, Santi mengajak siswa-siswanya menggalang dana. Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, membuat akun Instagram dengan nama @celenganrindukita dengan tujuan menggerakkan kebaikan di hati tiap orang untuk membantu melalui donasi dengan kekuatan media sosial
• Mengajarkan siswa-siswanya bermain coding (meski dirinya adalah guru Bahasa Inggris)