Bursa Calon Kapolri, IPW: Namanya Akan Mengkristal pada November

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2020 06:07 WIB
Ketua Presidium IPW Neta S Pane (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) merilis delapan nama jenderal calon Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun sekira enam bulan lagi. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai pengganti orang nomor 1 di Korps Bhayangkara itu.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan sejumlah jenderal tersebut saat ini masih cair namun demikian akan mengerucut pada bulan November mendatang. "Kedelapan nama itu sebenarnya posisinya sekarang ini masih sangat cair. Sehingga masih sangat sulit memprediksi siapa yang paling kuat untuk menjadi Kapolri. Nama-nama itu akan mengkristal pada November dan saat itulah siapa calon kuat baru bisa diprediksi," kata Neta kepada Okezone, Kamis (2/7/2020).

Seperti diketahui, delapan nama yang dirilis IPW terdiri dari lima nama jenderal bintang tiga, dan dan tiga jendral bintang dua. Mereka adalah Kabaintelkam Komjen Rycko Amelza, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kepala BNPT Komjen Boy Rafly Amar, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Kemudian, jenderal bintang dua yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lufti, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran.

"Kedelapan nama calon Kapolri pengganti Idham Azis yang dimunculkan IPW itu adalah hasil pendataan dari figur-figur yang sering disebut-sebut dalam bursa calon Kapolri di kalangan internal kepolisian. Kedelapan nama itu sering dijagokan kelompok atau alumninya," ungkap Neta.

Neta merinci, salah satu nama yang dijagokan untuk menjadi Kapolri yakni Kabaharkam Komjen Agus Andrianto lantaran dekat dengan Presiden Jokowi.

"Alumni Akpol 98 dan dekat dengan keluarga besan (Presiden) Jokowi, Komjen Rycko misalnya dijagokan sebagian Akpol 88 karena Adimakayasa dan pernah menjadi ajudan SBY, Komjen Boy Rafli dijagokan sebagian Akpol 88 karena sangat populer saat menjadi Kadiv Humas Polri dan dianggap sebagai kuda hitam," ungkapnya

"(Kemudian) Komjen Sigit, Irjen Nana, dan Irjen Lufthi dijagokan karena sangat dekat dengan Jokowi dan kerap disebut sebagai geng Solo, dan Irjen Fadil dijagokan Akpol 91 karena sangat dekat dengan Kapolri Idham Azis. Komjen Gatot dijagokan karena sebagai Wakapolri," sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya