Kasus Covid-19 Melonjak, Forkopimda Jatim Wacanakan PSBB hingga Lockdown Antar-Kecamatan

Rahmat Ilyasan, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2020 09:09 WIB
Forkopimda Jawa Timur gelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 (Foto: iNews)
Share :

SURABAYA – Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur belum juga turun, bahkan menjadi tertinggi di Indonesia. Meski, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan instruksi dua minggu agar segera mengendalikan penyebaran virus yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya itu.

Forkopimda menggelar rapat evaluasi Surabaya raya meliputi, Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Dari evaluasi dan analisa, Forkopimda mewacanakan empat opsi, dua di antaranya kembali menggelar PSBB dan lockdown antar-kecamatan.

Rapat evaluasi pembahasan penanganan Covid-19 di Jawa Timur digelar di Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin 6 Juli malam hingga Selasa (7/7/2020) dini hari. Rapat ini dihadiri Bupati Gresik Sambari, Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Mohamad Fadil Imran dan dan Pangdam 5 Brawijaya, Surabaya.

Baca Juga: Perang Lawan Covid-19, Pemerintah Disebut Perkuat Benteng tapi Lemah di Lini Serang

Hasilnya, muncul rumusan empat poin wacana alternatif solusi agar angka penyebaran virus Covid- 19 di Jawa Timur mampu dikendalikan. Empat butir poin tersebut di antaranya, rencana A yang menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan penerapan new normal, yang berdasar epidemiologi peningkatan kesadaran masyarakat.

Plan b meneruskan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), plan C merumuskan lockdown berbasis kelurahan atau kecamatan dalam radius 100 hingga 200 meter dari pusat konfirmasi warga yang positif, serta terakhir plan D yakni menerapkan PSBB di kelurahah atau kecamatan selama 14 hari.

Sementara itu, Gubenur Jawa Timur, Khofifah terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur dengan cara respons cepat agar tidak semakin banyak. Namun, hingga saat ini penyebaran terus bertambah, bahkan lebih banyak dan mencapai 14.568 kasus.

Baca Juga: Heboh Kalung Anticorona, DPR: Perlu Didalami Lagi

Dari data Gugus Tugas Jawa Timur, angka positif Covid-19 di Jawa Timur telah mencapai angka 14.568 tertinggi di Indonesia dan angka kematian juga tertinggi mencapai 1.089 orang. Di mana daerah paling terdampak masih didominasi tiga wilayah, yakni Surabaya raya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. Sementara yang dirawat sebanyak 7.803 orang dan sembuh 5.111 orang.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya