Seperti diketahui, Amerika Latin telah menjadi pusat penyebaran virus corona, dengan Brasil, Chili, Meksiko dan Peru terkena dampak terbesar dari pandemi. Argentina dan Bolivia telah melihat peningkatan jumlah kasus baru dalam beberapa pekan terakhir meskipun memberlakukan penguncian lebih awal.
"Pertarungan melawan virus berlanjut tanpa henti dan saya berharap menteri cepat pulih untuk bergabung kembali dalam pertempuran ini demi kesehatan rakyat Bolivia," kata Presiden sementara Bolivia, Jeanine Anez dalam sebuah posting di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Senin (6/7/2020).
Kementerian kesehatan Bolivia memperkirakan bahwa puncak infeksi akan melanda antara Agustus dan September. Negara itu sedang menuju pemilihan umum pada 6 September, penundaan pemilihan ulang 2019 yang memicu protes luas dan menyebabkan kekalahan pemimpin sayap kiri Evo Morales.
(Amril Amarullah (Okezone))