JAKARTA – Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 1.462 sehingga menjadi 83.130 kasus, pada Jumat, 17 Juli 2020.
Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, penambahan 1.462 kasus positif itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 29.176 spesimen.
"Dari pemeriksaan kita dapatkan konfirmasi positif 1.462 orang sehingga total jadi 83.130 orang," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Graha BNPB, Jakarta.
Hingga saat ini total 1.175.462 spesimen telah diperiksa baik melalui metode polymerase chain reaction (PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM).
Ia menjelaskan, sebanyak 83.130 kasus positif tersebut tersebar di 34 provinsi, di 464 kabupaten/kota.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 17.829, disusul DKI Jakarta dengan 15.889 kasus positif.
Berikut sebaran 83.130 kasus positif Covid-19 di 34 provinsi, berdasarkan data dari Kemenkes :
1. Aceh 145 kasus
2. Bali 2.619 kasus
3. Banten 1.638 kasus
4. Bangka Belitung 175 kasus
5. Bengkulu 173 kasus
6. DI Yogyakarta 408 kasus
7. DKI Jakarta 15.889 kasus
8. Jambi 126 kasus
9. Jawa Barat 5.402 kasus
10. Jawa Tengah 6.366 kasus
11. Jawa Timur 17.829 kasus
12. Kalimantan Barat 359 kasus
13. Kalimantan Timur 823 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.324 kasus
15. Kalimantan Selatan 4.722 kasus
16. Kalimantan Utara 216 kasus
17. Kepulauan Riau 341 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.671 kasus
19. Sumatera Selatan 2.899 kasus
20. Sumatera Barat 813 kasus
21. Sulawesi Utara 1.797 kasus
22. Sumatera Utara 2.776 kasus
23. Sulawesi Tenggara 554 kasus
24. Sulawesi Selatan 7.713 kasus
25. Sulawesi Tengah 195 kasus
26. Lampung 220 kasus
27. Riau 256 kasus
28. Maluku Utara 1.232 kasus
29. Maluku 928 kasus
30. Papua Barat 301 kasus
31. Papua 2.496 kasus
32. Sulawesi Barat 154 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 121 kasus
34. Gorontalo 425 kasus
Baca Juga : Update Corona di Indonesia 17 Juli 2020: Positif 83.130 Orang, Sembuh 41.834 & Meninggal 3.957
Sementara itu terdapat 24 spesimen yang masih dalam proses verifikasi di lapangan.
Baca Juga : Perkantoran Berpotensi Jadi Klaster Corona, Ketua MPR Minta Pemerintah Evaluasi WFH dan WFO
(Erha Aprili Ramadhoni)