Sementara itu, Arist memaparkan telah ada sekitar 3.700 kasus yang diadukan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) selama Maret hingga Juni 2020 atau masa pandemi corona.
“Bentuknya bisa kekerasan seksual bergerombol, inses, sodomi, bahkan terakhir ada sindikat perbudakan seks anak internasional,” tuturnya.
Baca Juga : Hari Anak Nasional, Begini Curhat Bocah SD di Tengah Pandemi Covid-19
(Erha Aprili Ramadhoni)