Perkantoran Jadi Klaster Covid-19, IDI: Protokol Kesehatan Harus Dijaga

Kiswondari, Jurnalis
Minggu 26 Juli 2020 21:20 WIB
Share :

JAKARTA - Angka positif Covid-19 terus melonjak setiap harinyadan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 menyebut bahwa area perkantoran menjadi salah satu sumber yang banyak ditemukan kasus positif dan potensial menjadi klaster baru.

Bahkan, Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menjelaskan, pada prinsipnya ada tempat-tempat yang berisiko tinggi untuk penularan Covid-19.

Tempat berisiko tinggi adalah di tempat-tempat yang tertutup, ada banyak orang di dalamnya dan cukup lama. Selain kantor, sejumlah ruangan dengan karakteristik serupa juga rentan menjadi klaster Covid-19.

“Kantor memenuhi tempat berisiko tinggi selain misalnya bioskop, kendaraan umum, gereja, masjid, sekolah, pesantren, kapal pesiar dan yang lain. Jadi intinya ruang tertutup, agak lama di situ, banyak orang, nah itu berisiko,” kata Zubairi saat dihubungi, Minggu (26/7/2020).

Zubairi menjelaskan, kalau sudah diketahui bahwa tempat itu berisiko tinggi dan tetap mau dibuka, maka ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Pertama, dari pengelola Gedung atau manajemennya sendiri harus menyiapkan ruangan yang steril sebelum dimasuki orang, lalu paginya dipasang neon ultaviolet, ruangannya tidak tertutup rapat, ventilasi harus baik, dan AC-nya hanya dinyalakan saat tidak ada orang, saat orang masuk dibuka jendelanya.

“Syarat yang lain nggak boleh lama-lama, biasanya kantornya pagi sampai sore, nggak boleh lagi pagi sampai sore. Kedua, kalau satu ruangan berisi 50, sekarang paling banyak 25. Hari kerjanya tidak 5-6 kali seminggu tapi 3 kali seminggu atau beda-beda jamnya,” ujarnya.

Kedua, Zubairi melanjutkan, dari sisi pegawainya pun harus mentaati protokol kesehatan yang ketat di antaranya, harus pakai masker, masuk ruangan diperiksa temperaturnya, kemudian bagi yang berpergian dengan kendaraan umum disarankan untuk ganti baju terlebih dahulu. Dan jam kerjanya pun harus diatur agar tidak banyak orang di dalam kantor.

“Jam kerjanya diatur, sekolah juga harus sama. Biasanya jam 8 sampai jam 2, sekarang jam 10 sampai jam 11, muridnya separuh aja, nanti ganti lagi,” usul Zubairi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya