JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi menyebar hingga ke wilayah negara tetangga akibat pengaruh pergerakan angin musiman.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pergerakan asap lintas batas merupakan fenomena yang dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan pola angin yang terjadi secara berkala.
"Karena terbawa angin," ujar Ardhasena, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, pola angin musiman yang rutin terjadi dapat membawa partikel asap dari wilayah Indonesia menuju kawasan di luar negeri.
"Angin musiman yang rutin terjadi," katanya.