Ini adalah peluang besar bagi Republik Islam untuk menunjukkan dukungan rakyatnya dan tidak ingin mengambil risiko kesempatan itu rusak karena pandemi virus.
Pemakaman Jenderal Qassem Soleimani. (Reuters)
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi, menuduh beberapa orang ingin menggunakan virus corona untuk merusak pemilihan. Pada akhirnya pemilihan parlemen Iran berlangsung dengan tingkat partisipasi yang sangat rendah.
Iran saat itu juga tengah terlibat ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di Irak.
Kementerian kesehatan mengatakan bahwa laporan negara itu kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai jumlah kasus dan kematian virus corona "transparan" dan "jauh dari penyimpangan".
(Rahman Asmardika)