Menurut Opan, pengukuhan Rahardjo sebagai Polmak Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon tetap sah. Sebab, ia memiliki garis keturunan langsung dari Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon ke-11. Selain itu, ia menilai Rahardjo hanya diangkat sebagai Polmak. Bukan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon selanjutnya.
"Beliau yang saya lihat ada garis keteurunan dari perempuan. Dari laki-lakinya dia keturunan Kiyai Djali, ke Kiyai Pegambiran, terus silsilahnya ke atas, saya tidak begitu hapal, lalu ke Pangeran Sindang Garuda terus ke Sunan Gunung Jati. Ini Polmak bukan Sultan," ucap Opan.
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga almarhum Sultan Arief dan Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin belum mengeluarkan pernyataan resminya. Awak media telah mencoba menghubungi pihak keluarga, namun belum ada jawabannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu polemik perebutan tahta di Keraton Kasepuhan Cirebon mencuat, setelah beberapa video tentang penggembokan dan pernyataan peralihan kekuasaan Keraton Kasepuhan Cirebon beredar luas di media sosial WhatsApp. Video tersebut kemudian ramai dan membuat heboh masyarakat Cirebon.
(Abu Sahma Pane)