SOLO - Antrean panjang terjadi saat warga ajukan permohonan Bantuan Sosial Produktif tahap II terlihat mengular di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Solo di kawasan Kota Barat.
Informasi diterima, antrean panjang warga ini sudah terjadi sejak pagi, sekira pukul 08.00.WIB. Bahkan, sejak dibuka dua hari kemarin, antrean tak pernah terputus.
Warga yang mengantre hingga depan sebuah mal ini mengabaikan protokol kesehatan. Pantauan di lokasi, tak ada jarak sama sekali sesama warga. Bahkan, teriakan petugas pada warga agar mengatur jarak, tak digubris sama sekali.
Mereka masih saja berdesakan kendati dari Dinas Koperasi dan UMKM Solo membatasi kuota pendaftar hanya 500 orang per hari. Namun faktanya, jumlah pengantri melebihi dari kuota.
Tak hanya di Dinas Koperasi dan UMKM saja antrian panjang terlihat. Di kantor Pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Solo pun antrean pemohon Bantuan Sosial Produktif tahap II yang mengular juga terlihat.
Sempat terjadi sedikit keributan karena antrian masyarakat yang membludak. Ada masyarakat yang belum mendapatkan nomor langsung ikut mengantre sehingga menambah panjang barisan.
Banyaknya pengantre yang acuh terhadap protokol kesehatan membuat kekhawatiran tersendiri. Seperti pengakuan Ali Mustafa pelaku UMKM angkringan warga Serengan, Solo, ia pun mengurungkan niatnya ikut mengantre saat melihat banyaknya warga yang berdesakan.
Baca Juga : Posting Menghina Nabi Muhammad Picu Kerusuhan Berdarah di India
Baca Juga : Saat Bung Karno Kebelet Pipis di Pesawat Pembom Jelang Kemerdekaan RI
Ali mengaku takut melihat panjangnya antrean panjang yang menurutnya bisa menimbulkan klaster baru Covid-19. Ali berpendapat, antrean seperti ini tak perlu dilanjutkan. Dan diganti dengan sistem online.
"Kalau bisa, antrian seperti ini tak perlu dilanjutkan lagi. Cukup lewat online saja. Apalagi kuotanya sehari cuma 500 orang. Kalau kuota cuma segitu, yang mengantri seperti ini malah bahaya. Bantuan gagal didapat, malah Corona yang justru didapat,"papar Ali saat ditemui, Rabu (12/8/2020).