JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menjelaskan bahwa tak ada istilah zona hitam dalam zonasi penyebaran virus corona.
Hermawan menerangkan, zona hitam tersebut merupakan bahasa kiasan untuk daerah penyebaran coronanya yang sangat tinggi.
"Jadi kalau zona hitam itu tidak ada. Hanya saja jadi lebih ke bahasa kiasan bahwa saking berisikonya itu sampai-sampai agak pekat itu kalau dilihat dari zonasi warna," kata Hermawan saat dihubungi Okezone, Kamis (12/8/2020).
Baca juga: Beredar Gambar Peta Jakarta Zona Hitam Corona, BIN: Hoax
Hermawan menerangkan, zona penyebaran corona di satu wilayah terdiri dari zona hijau, zona orange, zona kuning, hingga zona merah.
Menurut dia, jika penyebaran corona tinggi maka zona merah tersebut digambarkan terlalu merah hingga terlihat menghitam.
"Jadi kan kalau lihat di sistem informasi atau dashboard data itu kan ada warna merah yang otomatik kan, yang geospasialnya itu. Jadi sebenarnya bahasa zona hitam itu semacam bahasa kiasan saja saking merahnya semua, jadi terlihat seperti pekat," sambungnya.
Baca juga: Sebanyak 33 Kabupaten Kota Berada di Zona Merah Covid-19
"Tapi kalau dalam sistem zonasi sendiri ya tidak ada warna hitam itu," tuturnya.
Sebelumnya, viral di media sosial yang menampilkan Provinsi DKI Jakarta sebagai zona hitam Covid-19. Bahkan, foto tersebut mencantumkan logo milik Badan Intelijen Negara (BIN).
Namun, BIN membantah bahwa data tersebut berasal dari institusi mereka. Foto tersebut dinyatakan sebagai hoaks.
(Awaludin)