Kemudian, dari orang bergejala didapati jumlah sebesar 24 persen, tes swab masif di tempat umum, perkantoran, pasar, dan lainnya 18 persen. Terakhir, berasal dari screening luar kota sebesar 7 persen.
"Jadi kami simpulkan bahwa testing dan tracing yang gencar menyebabkan lonjakan positif," ucapnya.
Dari keseluruhan kasus positif, jumlah tertinggi masih diduduki klaster keluarga. Diketahui, saat ini ada 45 klaster keluarga di Kota Bogor dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 189 orang.
Baca Juga : 11 Karyawan Telkom di Bogor Positif Covid-19
"Data menunjukkan dari yang positif dan lansia dengan mobilitas tinggi itu terpapar. Jadi kami imbau lansia dan anak di bawah umur tidak keluar rumah. Klaster rumah tangga di peringkat pertama," tutur Bima.
Baca Juga : Bogor Zona Merah Covid-19, Pemkot Terapkan Jam Malam
(Erha Aprili Ramadhoni)