Epidemiolog Khawatirkan Pandemi Covid-19 seperti Fenomena Gelombang Kedua Flu Spanyol

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 01 September 2020 08:01 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengkhawatirkan tingginya kasus Covid-19 yang terjadi saat ini seperti fenomena gelombang kedua flu Spanyol yang berlangsung pada 1918-1920.

Gelombang kedua pandemi influenza saat itu tercatat sebagai paling mematikan. Sebanyak 20 hingga 50 juta masyarakat meninggal dunia akibat terjangkit flu Spanyol. Angka tersebut lebih banyak dari korban tewas selama perang dunia I.

"Saya mengkhawatirkan potensi semakin melonjaknya kasus Covid baik yang terdeteksi, dan tidak terdeteksi di Indonesia akibat masyarakat yang sudah jenuh. Sehingga abai dan pemerintah yang juga didera tekanan akibat dampak ekonomi. Fenomena yang hampir mirip dengan pandemi flu spanyol tahun 1918-1920," kata Dicky kepada Okezone, Selasa (1/9/2020).

Dicky mengingatkan, agar berbagai pemerintah melakukan kajian serta persiapan yang matang sebelum melonggarkan berbagai sektor ekonomi selama pandemi Covid-19. Ia pun menegaskan bahwa pandemi corona belum berakhir.

 

"Pembukaan bioskop berisiko tinggi dan perlu kajian serta persiapan matang. Untuk jalur sepeda bisa mendukung strategi pengendalian pandemi (karena mengurangi kapasitas penumpang umum). Jika dipersiapkan baik protokol kesehatan dan diedukasi terus menerus," terangnya.

Ia juga mengingatkan agar perusahaan terus menerapkan kebijakan agar karyawan yang berisiko tinggi penularan Covid-19 untuk terus bekerja dari rumah.

"Ini sudah wajib selama masa rawan hingga akhir tahun ini," tegasnya.

Dicky menjelaskan, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk terus melakukan kebijakan testing, tracing, dan treatment (3T) agar penularan corona bisa dikendalikan. Kata dia, jika pemerintah abai berisiko tak terkendalikannya kasus penularan Covid-19 yang diperkirakan akan mengalami puncak pada akhir September mendatang.

"Artinya daerah yang rendah cakupan testing, dan tracing-nya siap-siap meledak tak terkendali," pungkasnya.

 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya