Terkait dominannya kedua mutan, baik Q677H dan D614G, Profesor Nyoman belum dapat memastikannya karena tipe Q677H baru ditemukan.
Diungkapkan juga meski belum ada bukti terhadap peningkatan angka kematian atau lebih berbahaya, namun penyebarannya lebih cepat dengan adanya mutan tersebut.
Nyiman melanjutkan, mutan D614G mengisi 77,5 persen mutasi mutasi D614G dan Q677H, dan telah terjadi di negara lain. Dari data, mutasi Q677H telah ditemukan pada Mei 2020 di enam negara, dan saat ini telah berkembang di 24 negara.
Dari data virus pada database global atau gisaid, keberadaan strain virus ini sudah menyebar dengan cepat. Pasalnya di gisaid sudah hampir 80 persen semua virus terdata, sedangkan karena baru ditemukan di surabaya , untuk mutan Q677H, datanya belum ditemukan. (abp)
Baca Juga: Lima Kota Ini Jadi Asal Usul Virus Corona yang Sudah Bermutasi
(Abu Sahma Pane)