Tahmo berharap Dinas Pertanian yang didukung oleh Kementrian Pertanian terus mendorong para petani untuk melakukan budi daya padi bebas residu ini.
“Penjualannya juga tidak susah, ada beberapa pengusaha yang siap menerima hasil produk padi bebas residu ini. Ada perbedaan 10 persen dengan harga padi konvensional atau yang dengan pupuk kimia. Jadi lebih menguntungkan,” beber Tahmo.
Menurutnya, harga berasnya sekitar Rp12.500 - Rp15.000 per kg. Cukup menguntungkan dibandingkan harga beras biasa sekitar Rp8.000 - Rp10.000 per kg.
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, agar masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan budi daya tanaman padi bebas dari residu pestisida.
"Penggunaan pestisida kimia secara masif memang dapat menyelamatkan pertanaman dari kegagalan panen, akan tetapi penggunaan pestisida kimia yang terus menerus dan dalam jumlah yang tinggi dapat merugikan alam dan manusia sendiri," jelas Suwandi.