Mayjen Dr Tugas Ratmono: Integrasi Digital Solusi Pelayanan di RS Darurat Covid-19

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Jum'at 18 September 2020 15:07 WIB
Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen Dr Tugas Ratmono (foto: dok pribadi)
Share :

JAKARTA – Wisma Atlet disulap menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, pada 23 Maret 2020. Hingga saat ini, sejak dioperasikan sampai dengan 18 September 2020, pasien terkait Covid-19 yang terdaftar mencapai 16.011 orang, dari total tersebut, 13.506 pasien sudah dinyatakan sembuh.

Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Mayjen Dr Tugas Ratmono membeberkan bagaimana mengintegrasikan seluruh aktivitas di RSD Wisma Atlet, Kemayoran. Mayjen Tugas ingin memantau kondisi ribuan pasien Covid-19, yang dirawat inap, secara cepat.

“Jadi bukan dengan cara menyusuri laporan demi laporan, dari bagian ke bagian, yang dikirimkan secara digital,” kata Mayjen Dr Tugas Ratmono dalam keterangan persnya, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Tower 6 dan Tower 7 RSD Wisma Atlet Rawat 2.152 Pasien Positif Covid-19 

Dan saat ini, sambung Mayjen Dr Tugas, sudah ada aplikasi digital, yang bisa diakses secara online, yang seluruh data digital terintegrasi dan update, yang saat ini data tersebut dalam genggaman.

“Data kondisi tiap pasien yang update, yang terintegrasi, tentulah sangat dibutuhkan, untuk mengambil kebijakan, seperti penggunaan vitamin. Jika penggunaan vitamin oleh pasien terdata dan terintegrasi secara digital, tentu akan memudahkan bagian logistik untuk mengantisipasi pembelian vitamin. Demikian pula dengan obat-obatan serta kebutuhan harian lainnya,” sambungnya.

Baca juga: OTG Harus Kantongi Surat Rujukan Jika Ingin Karantina di Wisma Atlet

Namun, saat ini aplikasi tersebut masih semi digital. Menurut Mayjen Dr Tugas Ratmono, setelah aplikasi tersebut selesai, akan dikembangkan ke beberapa fitur lain seperti melakukan pengecekan unit kamar yang masih tersedia.

“Dengan cepat bisa diketahui. Dengan demikian, jika aplikasi sejenis yang berada di berbagai rumah sakit dan tempat perawatan pasien Covid-19 lainnya terintegrasi, maka akan segera diketahui kemampuan serapan terkini. Artinya, ada indikator yang bisa digunakan para pemangku kepentingan, untuk segera melakukan antisipasi,” sambung Mayjen Tugas.

Report Mandiri dari Pasien Mandiri

Dalam konteks Tower 5, kata Mayjen Dr Tugas, yang khusus untuk isolasi mandiri pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tapi tanpa gejala (OTG), ada aplikasi yang juga tengah di-develop oleh tim. Aplikasi tersebut nantinya akan terhubung dengan smartphone masing-masing OTG yang menempati Tower 5.

“Secara berkala, akan ada notifikasi kepada mereka, untuk mengisi kolom yang sudah tersedia di aplikasi. Misalnya, notifikasi pagi hari, tentang apa yang mereka rasakan setelah bangun tidur. Juga, apa yang mereka alami saat ke toilet pagi itu. Termasuk kondisi buang air besar (BAB) dan warna urine,” kata Mayjen Dr Tugas.

Dalam hal ini, kata dia, setiap pasien OTG mendeteksi serta meng-input kondisi diri mereka, secara berkala. Ibaratnya, tiap pasien OTG membuat catatan harian tentang kondisi diri masing-masing. Karena input kondisi diri tersebut dilakukan di aplikasi, maka data seluruh pasien OTG itu akan terintegrasi.

Lalu data tersebut akan dianalisa oleh tim Mayjen Dr Tugas Ratmono di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. Maka, secara komprehensif, perkembangan tiap pasien OTG di Tower 5, akan dipantau secara intensif. Secara keseluruhan, juga akan diketahui, kondisi pasien OTG tersebut, dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, aplikasi pemantau diri pasien OTG itu, sekaligus merupakan bahan penting untuk riset OTG. Antara lain, untuk mendapatkan jawaban, kenapa seseorang yang sudah terkomfirmasi positif Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala.

“Artinya, aplikasi pemantau diri pasien OTG itu, bukan hanya bermanfaat untuk kebutuhan harian di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, tapi sekaligus akan bermanfaat dalam skala yang lebih luas. Gerakan Integrasi Digital tentu patut mendapatkan apresiasi, dalam konteks percepatan penanganan Covid-19,” tuturnya.

Lalu, sambung dia, setiap pasien OTG yang memasuki Tower 5, sudah bisa langsung melakukan scan QR Codes, untuk mengisi data awal tentang diri sendiri. Selanjutnya, petugas di front office Tower 5 akan melakukan pengecekan terhadap suhu badan, tekanan darah, dan beberapa hal lain yang relevan.

“Pelayanan serta penanganan yang terbaik, terus kami upayakan. Upaya itu semata-mata ditujukan, demi kepulihan pasien Covid-19,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya