Aktivitas yang Dapat Kamu lakukan di Tangkahan

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Rabu 23 September 2020 12:27 WIB
Foto: Dok Okezone
Share :

Berbagai lokasi wisata #DiIndonesiaAja selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi wisata sudah mulai dibuka untuk wisatawan lokal dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. Nah, di lokasi-lokasi wisata sering dijadikan tempat syuting atau video klip. Masih ingat dengan lagu “Adu Rayu” yang dibawakan Yovie, Tulus, dan Glenn ? Ya, video klip lagu tersebut berlokasi di Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara. Sebuah kawasan ekowisata berupa hutan hujan tropis yang sangat alami, lengkap dengan sungai dan penangkaran gajah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Kabupaten Langkat, Syahmadi menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melakukan pemantauan di lokasi wisata agar pelaku wisata dan pengujung benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Salah satu penerapan protokol di lokasi wisata yang harus diterapkan di lokasi wisata Tangkahan, yakni melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk objek wisata dan wajib menggunakan masker bagi pelaku maupun pengunjung.

Tangkahan sudah lama dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tempat-tempat indah di tangkahan bisa dijadikan tujuan wisata alam bagi kamu yang ingin berencana berlibur sambil menikmati suasana hutan serta alam yang masih terjaga. Tangkahan terletak di antara dua desa, yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang. Bagi orang Medan mendengar kata Tangkahan pasti akan terngiang dengan gajah. Ya, memang karena Tangkahan dikenal sebagai tempatnya gajah-gajah liar dan sungai yang berada di sini sangat jernih dan masih terjaga kebersihannya.

Ecotourism Tangkahan terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena wisata alam yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Berbagai macam pohon yang tumbuh serta vegetasi hutan tropis berpadu dengan lahan berbukit-bukit menjadikan ecotourism Tangkahan tidak hanya sekadar tempat wisata, namun juga dapat menjadi tempat belajar mengenai alam, mahluk hidup, flora dan fauna.

Tangkahan (Backpackerjakarta.com)

Hutan Tangkahan umumnya sangat lebat di mana terdapat sungai, air terjun, air panas, lembah bahkan tumbuhan langka seperti Raflessia juga ada di tempat ini. Kamu juga dapat mengunjungi tempat rehabilitasi satwa langka orangutan sumatera yang pertama kali dilakukan oleh WWF dan Frankfurt Zoological Society 1973 di Bukit Lawang. Kawasan ini juga memiliki daftar jenis burung terpanjang di dunia mencapai 380 spesies serta 129 spesies mamalia. Kamu dapat mengamati berbagai keanekaragaman hayati dan fauna yang terdapat di hutan Tangkahan.

Tidak sulit untuk menuju Tangkahan karena sudah tersedia bus yang siap mengantarkan sampai tujuan. Kalau kamu berasal dari luar Sumatera Utara, kamu bisa menggunakan bus Damri ke Terminal Pinang Baris lalu dilanjutkan menuju Tangkahan dengan lama perjalanan selama 4-5 jam.

Dari Bandara Internasional Kualanamu, kamu dapat naik bus Damri ke Terminal Pinang Baris, lalu lanjutkan dengan bus Pembangunan Semesta sampai ke ekowisata Tangkahan. Bus Pembangunan Semesta berangkat dua kali sehari, yakni pukul 10.00 dan pukul 13.00. Sebelum naik, tanyakan dulu kepada supir bus, apakah bus ini sampai ekowisata Tangkahan. Terkadang, ada bus Pembangunan Semesta yang tidak sampai ke sana. Maklum, trayek bus ini sangat panjang, sampai 90 kilometer jauhnya. Dengan menumpang bus ini, kamu akan sampai ke ekowisata Tangkahan dalam waktu 4-5 jam. Setibanya di Tangkahan, biasanya sudah ada pemandu wisata yang siap mengantarkan kamu ke berbagai tempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya