Menurut Rahmat, saat ini upaya yang diperlukan yakni melakukan mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah kongkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial, ekonomi dan korban jiwa.
Dia menambahkan, informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan, lantaran adanya kesalahan persepsi publik. Pasalnya, masyarakat lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruk dari bencana tersebut, ketimbang pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.
"Kecemasan publik akibat informasi potensi gempa megathrust selatan Jawa muncul akibat salah paham. Para ahli menciptakan model potensi bencana, yang tujuannya untuk acuan mitigasi. Tetapi masyarakat memahaminya seolah akan terjadi bencana besar dalam waktu dekat. Masalah Komunikasi sains ini harus diperbaiki," ucap dia. (qlh)
(Amril Amarullah (Okezone))