Lebih jauh Ketum Dharma Pertiwi mengatakan, "Agar eksistensi batik Indonesia tetap terjaga di masa depan, Saya berharap Ibu-ibu harus mulai sadar untuk turut terjun dalam pembuatan batik. Jangan sampai dituntut oleh pihak lain hanya karena keengganan kita untuk melestarikan dan mewarisi seni budaya membatik itu sendiri. Ini adalah tugas kita bersama untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya atau generasi muda kita," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone.
Kepada para peserta pelatihan, Ketum Dharma Pertiwi berharap untuk selalu mengobarkan semangat pantang mundur, semangat belajar serta semangat kemandirian dan solidaritas yang akan menjadikan semua tumbuh berkembang untuk meraih kesejahteraan yang didambakan.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Mengenal Kampung Batik Palbatu Jakarta
Ketum Dharma Pertiwi juga mengingatkan kembali, jangan lengah dan jangan bosan untuk terus untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga Covid-19 dapat segera teratasi.
Turut serta dalam kegiatan tersebut, para Ketua Unsur Organisasi Dharma Pertiwi Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini, Ketua Harian Dharma Pertiwi dan IKKT, Bapak Didiet Maulana Ikat Indonesia dan para Ketua Bakoor dan Ketua Dharma Pertiwi Daerah Se-Indonesia.
(Arief Setyadi )