PB IDI : Jika Tak Disubsidi, Harga Tes Swab Seharusnya Rp1,2 Juta

Riezky Maulana, Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2020 15:58 WIB
Masyarakat menjalani rapid dan swab test massal. (Foto : Dok Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta agar pemerintah segera memenuhi target pemeriksaan swab PCR 30.000 jiwa per hari. Setelah jumlahnya mencapai target, barulah angka tersebut dinaikkan sebanyak 20.000 jiwa per harinya sehingga menjadi 50.000.

"Indonesia harus mencapai target tes 30.000 orang setiap hari sesuai target Presiden yang dicanangkan dua bulan yang lalu. Kemudian target perlu dinaikkan menjadi 50.000 setiap hari," kata Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, patokan biaya pemeriksaan tes PCR sebesar Rp900 ribu yang telah ditentukan pemerintah tampaknya tidak realistis bagi rumah sakit. Menurutnya, nominal tersebut dapat dikatakan cukup jika biaya reagensia dibantu subsidi oleh pemerintah.

"Harga Rp900 ribu untuk tes PCR swab mungkin cukup bila reagensia dibantu pemerintah, yaitu untuk reagensi untuk ekstraksi dan reagensia PCR," tuturnya.

Zubairi memaparkan, dalam hitungan harian, Rp900 ribu hanya cukup untuk biaya sarana, seperti IPAL (disinfeksi dan sterilisasi), biaya alat (PME dan kalibrasi), serta pemeliharaan bahan habis pakai (flok swab ditambah VTM, PCR tube, filter tip, dan microcentrifuge tube, plastik sampah infeksius, buffer).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya