JAKARTA - Ibadah umrah sudah mulai berjalan kembali pada 1 November 2020. Namun, ada pola baru yang harus dijalankan oleh seluruh jamaah lantaran ibadah dilaksankan di tengah pandemi Covid-19.
"Ada pola baru di penyelenggaraan umrah saat ini. Peraturan yang ditetapkan Arab Saudi sangat ketat karena di sana pandemi belum berakhir," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) Dhobith Khoirul Umam, kepada Okezone, Selasa (3/11/2020).
Dhobith menjelaskan, ketika jamaah umrah sampai di Arab Saudi, wajib menjalakan karantina dan kembali melakukan swab test. "Harus ada karantina 3 hari 2 malam, dan harus ada di dalam kamar. Baru bisa melaksanakan ibadah umrah setelah jalani karantina, dan itu hanya sekali," tuturnya.
Dengan adanya pola yang berbeda dari ibadah umrah sebelumnya, dirinya pun memita seluruh pihak bisa memaklumi sebab pandemi Covid-19 belum berakhir.
"Jadi walau umrah sudah dibuka, penyelenggara perjalanan umrah harus memperhatikan protokol kesehatan. Saya bersama Ketua Komisi VIII (Yandri Susanto), juga membahas bagaimana Asosiasi punya satu kesatuan sikap agar penyelenggaran umrah bisa memudahkan seluruh pihak khususnya jamaah," tuturnya.