Menurut Anies, angka tersebut menurun jika dilihat pada perubahan data kasus positif 70.184 pada 26 September 2020 dan 85.617 pada 10 Oktober 2020, atau meningkat 18,03% maupun perubahan data kasus positif 85.617 pada 10 Oktober dan 100.220 pada 24 Oktober, atau meningkat 14,57%.
"Dari data tersebut, terlihat bahwa peningkatan akumulasi kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta setiap dua pekan menunjukkan tren penurunan yaitu 18,03% pada 26 September-10 Oktober, 14,57% pada 10-24 Oktober, dan 9,87% pada 24 Oktober-7 November 2020. Artinya, penularan masih ada di Jakarta namun melambat setiap dua pekan terakhir selama PSBB Transisi ini. Kami mengapresiasi masyarakat yang terus melaksanakan protokol kesehatan dengan 3M secara disiplin," tuturnya.
(Qur'anul Hidayat)