GP Ansor Kecewa Atas Aksi Pengepungan Rumah Orangtua Mahfud MD

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2020 08:59 WIB
Pengepungan rumah Mahfud MD (foto: tangkapan layar)
Share :

PAMEKASAN - Sejumlah massa mengepung rumah Ibunda Menko Polhukam Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, pada 2 Desember 2020.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat Islam Pamekasan tersebut. Kekecewaan tersebut pertama, karena Ibunda Pak Mahfud MD sudah sangat sepuh.

Baca juga:

Usai Dikepung Massa, Rumah Orang Tua Mahfud MD Dijaga Banser   

Rumah Ibunda Dikepung Massa, Mahfud MD: Selama Ini Berusaha Menghindar, tapi Kali Ini...

Rumahnya Dikepung Massa, Mahfud MD : Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Kedua, massa aksi dianggap tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

"Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau," ungkap Syafiuddin dalam keterangannya.

Selain itu, Syafi' mengatakan, Mahfud MD adalah salah satu putra terbaik Madura, potensi madura yang seharusnya dijaga marwahnya, dikawal perjalanan khidmatnya terhadap bangsa dan negara, bukan malah diperlakukan seperti ini. Dengan itu, dia akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Mahfud MD.

"Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud," ungkapnya.

Lebih jauh, Syafi' mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi.

"Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya