Wiku menjelaskan, sebenarnya ada dua penyebab terjadinya kenaikan kasus yang signifikan. Satu hal yang pasti disebabkan tingkat penularan yang masih tinggi akibat menurunnya perubahan perilaku 3M. Adapun kedua, adanya ketidaksinkronan data antara pusat dan daerah. Belum lagi, Indonesia sebagai negara yang besar dan mengintegrasikan seluruh data jadi satu dan untuk real time, itu perlu waktu.
“Jadi, ada beberapa daerah yang kesulitan memasukkan datanya sehingga terakumulasi, salah satu contohnya adalah Papua yang sudah sejak 19 November sampai dengan kemarin baru memasukkan datanya. Ada 1.700 lebih. Selama ini nol (kasus), (karena diakumulasi) sehingga terjadi lonjakan,” kata dia.
Nah yang paling disesalkan oleh Wiku, sembilan bulan pandemi Covid-19 berlangsung ternyata masih ada masyarakat di Indonesia yang meragukan Covid-19. Bahkan, beberapa waktu lalu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, masih ada provinsi yang tidak percaya dengan pandemi Covid-19, menganggap pandemi global itu sebagai sebuah konspirasi dan rekayasa. Hal ini juga diperkuat dengan adanya survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini yang menemukan sebanyak 17% orang Indonesia yakin tidak akan terpapar Covid-19.
“Saya enggak ingin mengatakan excuse tapi saya mau mengatakan bahwa Indonesia itu negara (berpenduduk) besar nomor 4 di dunia, dengan budayanya sangat beragam. Jadi, kemampuan kita untuk bisa menyentuh seluruh masyarakat dengan budaya yang berbeda, cara berpikir yang berbeda, itu kita betul-betul ditantang untuk bisa bergerak bersama, dengan pemahaman yang sama,” kata Wiku.
Jabar Kembali Masifkan Swab Test di Kawasan Industri
Sementara itu dari Jawa Barat, Pemprov setempat melalui Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten/kota kembali menggencarkan pelaksanaan swab test di kawasan industri.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, swab test di kawasan industri merupakan kolaborasi sejumlah pihak. Pihak BNPB menyediakan perlengkapan swab test, sedangkan tenaga medis berasal dari Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dan kabupaten/kota.