CCTV Mati di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI, Ombudsman: Tidak Sesuai Standar!

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 10 Desember 2020 14:40 WIB
Anggota Ombudman RI Alvin Lie, Foto Okezone
Share :

JAKARTA - Matinya kamera pengawas atau CCTV di sekitaran lokasi penembakan 6 Laskar FPI di Tol Cimampek, KM 50 pada Senin (7/12/2020) lalu masih menjadi sorotan.

(Baca juga: Habib Rizieq Tersangka Penghasutan dan Melawan Petugas)

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Alvin Lie mengatakan, matinya CCTV tersebut menandakan bahwa pelayanan tidak sesuai dengan standar.

"Jadi ketika CCTV mati ini sebenaranya standar pelayanan publik di jalan tol ini sudah mengalami penurunan, tidak sesuai standar," kata Alvin saat dihubungi Okezone, Kamis (10/12/2020).

Alvin menjelaskan, CCTV merupakan salah satu pelayanan publik di jalan tol yang berfungsi untuk memantau kondisi dan bisa menjadi barang bukti saat terjadi kecelakaan, kemacetan, dan memobilisasi bantuan evakuasi.

(Baca juga: Habib Rizieq Akan Ditangkap Paksa jika Tidak Kooperatif)

Karena itu pihaknya akan meminta klarifikasi dengan sejumlah pihak pengelola jalan tol mengenai matinya CCTV yang bertepatan dengan peristiwa penembakan 6 anggota FPI tersebut.

"Kami perlu mengetahui sudah berapa lama CCTV tersebut mati, kenapa mati, apakah itu dalam rangka perawatan atau perbaikan dan kalau itu dalam rangkap perawatan berarti secara sengaja di matikan itu apakah wajar," kata Alvin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya