Datangi Mabes Polri, Amien Rais Siap Jadi Penjamin Habib Rizieq

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Kamis 17 Desember 2020 13:06 WIB
Amien Rais ketika datangi Mabes Polri (foto: Okezone/Putera)
Share :

JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais dan rombongan mendatangi Mabes Polri untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Aziz. Tujuannya, adalah untuk menyatakan kesiapannya untuk menjadi penjamin penahanan Habib Rizieq.

Baca juga: Aksi 1812 Minta Habib Rizieq Dibebaskan Akan Dihadiri Massa dari Jabodetabek

Namun, Amien Rais dan rombongan tidak bisa menemui Kapolri lantaran sedang bertugas di luar. Meski begitu, surat pernyataan tersebut diberikan oleh jajaran aparat kepolisian dalam hal ini diteruskan ke Divisi Humas Polri.

"Jadi Alhamdulillah kami ber-delapan ingin ketemu Kapolri tapi beliau ada di luar kantor, kami pokoknya ingin ketemu siapapun wakilnya, kemudian dibawa ke Divisi Humas, kepala Divisi Humas pun tadi sedang pergi, jadi tadi kami diterima di staff nya," kata Amien di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020).

Baca juga:  Polda Metro Tidak Keluarkan Izin Aksi 1812 Bela Habib Rizieq

Adapun isi surat lengkap yang hendak dikirimkan kepada Kapolri yakni;

Kepada Yth:

 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

 

Kami sebagai anak bangsa sangat prihatin atas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya pasca kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS). HRS semestinya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

 

Sangat disayangkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul kegaduhan secara meluas dan berkepanjangan. Tampaknya hal ini disebabkan oleh keterkejutan pemerintah melihat langsung jutaan orang simpatisan pencinta HRS datang dari berbagai wilayah NKRI menyambut kepulangannya ke tanah air.

 

Sesungguhnya jika pemerintah beritikad baik mampu membuka diri dan membangun dialog secara tulus ikhlas, maka diyakini situasi dan kondisi kehidupan sosial politik akan menjadi lebih baik. Kegaduhan yang terjadi dan terhambatnya saluran dialog semakin memperlebar jarak antara pemerintah dengan pendukung HRS.

 

Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional terlebih lagi dengan terjadinya penembakan diluar hukum terhadap keenam laskar FPI semakin memperparah stabilitas nasional.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya