TUBAN - Warga tepian kawasan hutan jati Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendapat berkah seiring datangnya musim hujan. Mereka beramai-ramai masuk hutan berburu kepompong ulat daun jati.
Wajar saja kepompong menjadi buruan warga. Pasalnya, kepompong tersebut hanya muncul sekali dalam setahun.
Area hutan jadi yang biasanya sepi ini mendadak ramai di serbu warga sekitar hutan. Mereka memburu kepompong hanya hanya muncul sekali di awal musim hujan setiap tahunnya.
Perburuan yang telah berlangsung tiga hari ini didominasi para wanita dan anak-anak. Mereka bisa menghabiskan waktu sepanjang hari di dalam hutan.
Tidak butuh peralatan khusus karena hanya mengandalkan insting dan kejelian mata. Posisi kepompong berada di antara daun jati kering yang berserakan di tanah.
Suasana perburuan semakin ramai karan anak-anak yang biasanya bersekolah sudah memasuki masa libur. Hasil berburu tersebut untuk dijual.
Baca juga: Oseng Ungker, Kuliner Ekstrem Asal Grobogan yang Bikin Ketagihan
"Kadang dapat uang sampai Rp.100 ribu. Per kilogramnya rata-rata Rp70 ribu. Kadang sehari dapat 2 kg," kata Heni, pemburu kepompong daun jati, Kamis (17/12/2020).
Berburu kepompong sudah menjadi tradisi di awal musim penghujan. Ulat yang muncul setelah hujan pertama akan bermetamorfosis menjadi kepompong.
Perburuan sendiri bisanya hanya berlangsung tujuh hari, karena kepompong sudah berubah menjadi kupu-kupu.
(Fetra Hariandja)