Flashback, Keluarga 6 Laskar FPI Minta Keadilan ke DPR dan Komnas HAM

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 28 Desember 2020 07:40 WIB
Keluarga Laskar FPI yang tewas ditembak. (Foto: Sindonews)
Share :

JAKARTA – Penembakan yang menewaskan 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab, di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50, Senin 7 Desember 2020, menyedot perhatian publik. Beda versi polisi dengan pihak FPI, membuat berbagai dugaan bermunculan.

Selain itu, keluarga korban penembakan juga memperjuangkan keadilan dengan menyambangi Komisi III DPR RI dan Komnas HAM. Masing-masing dilakukan pada Kamis 10 Desember 2020 dan Senin 21 Desember 2020.

Saat ke Komisi III DPR, keluarga Muhammad Suci Khadavi salah satu korban penembakan, Anandra, mencurahkan isi hatinya terhadap peristiwa penembakan itu. Dia menyatakan keluarga merasa bersyukur dan bersedih.

Anandra merasa bersyukur karena sang adik dianggap telah berjihad di atas agama Islam. Sedangkan kesedihannya, karena peristiwa tidak mengenakan itu dilakukan secara brutal.

"Tentunya kami keluarga bersyukur dan sedih, kenapa bersyukurnya? Karena keluarga kami telah berjihad untuk agama kami sendiri. Tapi bersedihnya kenapa hal ini terjadi dengan sangat brutal ya," ucapnya, Kamis (10/12).

Dia mengatakan, adiknya sama sekali tidak bersalah dan mengapa harus sampai ditembak. Menurutnya, penembakan itu pun dilakukan secara tidak manusiawi.

"Sedangkan anak-anak kami tidak memiliki kesalahan, tidak ada kesalahan kenapa harus seperti, itu? Benar-benar tidak manusiawi, seperti binatang, seperti burung yang ditembak di udara," ucapnya.

Baca juga: Flashback, Versi Polisi 6 Laskar FPI Tewas dengan 18 Tembakan

Dia menuturkan, sama sekali tidak ada satu pun pihak kepolisian yang memberikan informasi terkait kematian Suci. Dia pun terkejut ketika mendapatkan kabar kematian adiknya dari siaran media.

"Saat itu pun tidak ada dari pihak manapun yang menginformasikan kepada kami. Kami mengetahui dari media dan itu sangat benar-benar mengejutkan sekali," katanya.

Sementara itu saat ke Komnas HAM, Perwakilan keluarga korban enam laskar FPI yang hadir yaitu Suhada mengatakan, pihaknya memberikan dokumen, foto dan video sewaktu jenazah keluar dari RS Polri hingga dibawa ke markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

“Kalau dokumen-dokumen itu foto-foto dan video waktu jenazah dari rumah sakit Sukanto (RS Polri) dibawa ke Petamburan,” kata Suhada di kantor Komnas HAM, Menteng, Senin (21/12).

Kemudian, kata Suhada, pihaknya juga menyerahkan foto dan video kondisi tubuh enam laskar FPI saat dimandikan sebelum dimakamkan.

“Kemudian foto-foto dan ada video-video pada saat akan dimandikan,” urainya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya