Komnas HAM Akan Uji Proyektil dan Selongsong Terkait Penembakan 6 Laskar FPI

Riezky Maulana, Jurnalis
Senin 28 Desember 2020 11:42 WIB
Koordinator Subkomisi Penegakan Komnas HAM, Amiruddin. (Foto : Okezone)
Share :

JAKARTA - Komnas HAM menemukan sejumlah barang yang dapat dijadikan sebagai bukti terkait peristiwa yang mengakibatkan tewasnya 6 Laskar FPI di sekitar KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, pada Senin (7/12/2020). Barang bukti itu berupa proyetil dan selongsong nantinya akan diuji kembali.

Koordinator Subkomisi Penegakan Komnas HAM, Amiruddin, menyebut barang bukti itu didapatkan di sejumlah lokasi di sekitar TKP.

"Mendapatkan barang-barang yang dapat dinyatakan dan dilihat sebagai butki. Bukti-bukti ini perlu kami uji lagi," ujarnya saat konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Amiruddin memaparkan, pihaknya juga menemukan serpihan pecahan dari bagian mobil yang diduga akibat serempetan.

"Selain itu juga didapatkan semacam serpihan pecahannya dari bagian mobil yang kita duga dari serempatannya, pecahan-pecahannya," ujarnya.

Bukti lainnya yang didapatkan Komnas HAM adalah rekaman percakapan dan CCTV. Barang-barang itu didapatkan dari sejumlah pihak yang telah dimintai keterangan.

"Seperti rekaman percakapan CCTV, dan beberapa lainnya. Ini kami dapatkan berkat kerja sama dari pihak-pihak yang kami mintai keterangan," tuturnya.

Baca Juga : Penembakan 6 Laskar FPI, Komnas HAM Temukan Proyektil dan Selongsong Peluru di Tol Japek

Terhadap barang bukti itu, ia mengatakan, pihaknya akan melakukan uji balistik. "Terhadap ini semua alat-alat bukti ini terutama selongsong dan proyektil tentu kami butuhkan ahli untuk mengujinya," tuturnya.

Sekadar informasi, sebanyak enam Laskar FPI yakni, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi, dan Khadafi, tewas setelah ditembak oleh pihak kepolisian.

Keenam Laskar FPI itu ditembak saat mengawal Habib Rizieq Shihab dan keluarganya mengikuti pengajian keluarga. Kematian keenam laskar FPI tersebut masih menuai tanda tanya besar.

Beda penjelasan antara pihak kepolisian dengan FPI terkait peristiwa meninggalnya enam laskar FPI tersebut. Pihak kepolisian menyebut sempat terjadi tembak-menambak sebelum keenam laskar FPI tewas. Namun, FPI membantah.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya